Pabrik Aspal Sukabumi menjadi salah satu pilihan bagi kontraktor, developer, maupun pengelola proyek yang membutuhkan pasokan aspal hotmix untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan. Ketersediaan material yang sesuai spesifikasi, perencanaan tonase, serta ketepatan jadwal pengiriman merupakan beberapa faktor penting untuk memastikan pekerjaan pengaspalan berjalan dengan baik.
Melalui fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP), produksi aspal hotmix dilakukan dengan mencampurkan agregat, bahan pengikat bitumen, dan material tambahan sesuai komposisi yang dibutuhkan. Proses tersebut memerlukan pengendalian terhadap ukuran agregat, kadar aspal, suhu pencampuran, serta karakteristik campuran agar material dapat digunakan sesuai peruntukannya.
Untuk kebutuhan proyek di Sukabumi, tersedia beberapa pilihan campuran aspal, seperti Asphalt Treated Base (ATB), Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC), Hot Rolled Sheet (HRS), hingga Sand Sheet. Setiap jenis memiliki karakteristik dan fungsi berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, beban lalu lintas, serta perencanaan konstruksi.
Ingin tahu kebutuhan pengaspalan di lokasi Anda?Sampaikan lokasi dan luas area, kami bantu arahkan langkah berikutnya.
Konsultasi Gratis Via WhatsApp
Keunggulan Pabrik Aspal Sukabumi untuk Kebutuhan Proyek
Memilih pemasok aspal hotmix tidak cukup hanya berdasarkan harga per ton. Kontraktor perlu memperhatikan kesesuaian spesifikasi material, kemampuan memenuhi volume pesanan, pengendalian mutu produksi, serta kesiapan distribusi menuju lokasi pekerjaan.
Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan ketika memilih pabrik aspal Sukabumi.
1. Fasilitas Produksi Asphalt Mixing Plant
Asphalt Mixing Plant merupakan fasilitas yang digunakan untuk memproduksi campuran aspal panas dengan menggabungkan agregat dan bitumen berdasarkan komposisi tertentu.
Secara umum, AMP memiliki beberapa komponen utama, antara lain cold bin, conveyor, dryer drum, screening unit, hot bin, timbangan material, tangki bitumen, serta pugmill sebagai tempat pencampuran.
Setiap komponen memiliki fungsi berbeda dalam menjaga konsistensi proses produksi. Agregat dipisahkan berdasarkan ukuran, dikeringkan, kemudian dicampurkan dengan bitumen sesuai formula campuran yang telah ditentukan.
Penggunaan sistem produksi yang terkontrol membantu menghasilkan material dengan karakteristik yang lebih konsisten. Oleh karena itu, calon pembeli sebaiknya memastikan bahwa fasilitas produksi yang digunakan mampu memenuhi spesifikasi campuran untuk kebutuhan proyeknya.
2. Kapasitas Produksi dan Minimum Pemesanan
Kapasitas produksi AMP menunjukkan kemampuan fasilitas dalam menghasilkan campuran aspal dalam periode tertentu. Besarnya kapasitas biasanya dinyatakan dalam satuan ton per jam dan bergantung pada spesifikasi mesin serta kondisi operasional.
Selain kapasitas mesin, volume pemesanan juga perlu diperhitungkan berdasarkan kebutuhan aktual proyek.
Untuk kebutuhan pengadaan material, pemesanan dapat direncanakan mulai dari 10 ton dalam satu kali produksi sesuai ketentuan dan ketersediaan operasional. Jumlah tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi kontraktor yang mengerjakan jalan lingkungan, area parkir, halaman pergudangan, maupun pekerjaan perbaikan jalan.
Sebelum produksi dilakukan, beberapa informasi perlu dikonfirmasi:
- Jenis campuran aspal yang dibutuhkan.
- Total volume pemesanan dalam satuan ton.
- Jadwal produksi dan pengiriman.
- Jarak antara fasilitas produksi dan lokasi proyek.
- Kesiapan tenaga kerja serta alat penghamparan.
Perencanaan tersebut membantu mengurangi risiko keterlambatan material dan memastikan proses pengaspalan dapat dilakukan sesuai jadwal.
3. Pilihan Jenis Campuran Aspal Hotmix
Setiap pekerjaan pengaspalan membutuhkan material dengan karakteristik berbeda. Jalan yang dilalui kendaraan berat tentu memiliki kebutuhan struktural berbeda dibandingkan jalan lingkungan atau area parkir.
Beberapa jenis campuran yang umum digunakan dalam pekerjaan konstruksi jalan meliputi:
- ATB untuk lapisan fondasi beraspal.
- AC-BC untuk lapisan pengikat atau lapisan antara.
- AC-WC untuk lapisan permukaan.
- HRS untuk kebutuhan lapisan dengan karakteristik campuran tertentu.
- Laston untuk berbagai kebutuhan lapisan perkerasan sesuai spesifikasi.
- Sand Sheet untuk lapisan permukaan dengan kebutuhan tertentu.
Pemilihan material sebaiknya mengacu pada desain perkerasan, spesifikasi teknis, dan kondisi lalu lintas, bukan hanya berdasarkan harga terendah.
4. Pengendalian Mutu Material
Kualitas aspal hotmix dipengaruhi oleh karakteristik agregat, kadar bitumen, gradasi, suhu pencampuran, serta homogenitas material.
Dalam proses produksi, agregat perlu diperiksa berdasarkan ukuran dan kebersihannya. Bahan pengikat juga harus ditangani sesuai ketentuan suhu agar dapat tercampur dengan baik.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan persyaratan teknis tertentu, pemeriksaan dapat mengacu pada parameter pengujian campuran, seperti:
- Analisis gradasi agregat.
- Kadar aspal dalam campuran.
- Stabilitas dan flow Marshall.
- Rongga dalam campuran atau void properties.
- Kepadatan campuran sesuai spesifikasi.
Pemeriksaan dan pengujian harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta dokumen persyaratan teknis yang berlaku. Hasil pengujian sebaiknya disampaikan sebagai bukti mutu apabila memang dilakukan.
5. Efisiensi Harga dan Pengiriman
Biaya pengadaan aspal tidak hanya dipengaruhi oleh harga material per ton. Jarak distribusi, volume pesanan, jenis campuran, serta kondisi akses kendaraan menuju lokasi proyek juga memengaruhi total biaya.
Untuk proyek di Sukabumi, perencanaan pengiriman perlu mempertimbangkan kondisi geografis yang bervariasi, mulai dari kawasan perkotaan hingga wilayah dengan akses jalan menanjak dan berkelok.
Pengaturan jadwal produksi dan keberangkatan truk perlu disesuaikan dengan waktu penghamparan. Hal ini penting karena aspal hotmix harus ditangani dalam kondisi suhu yang sesuai agar proses pemadatan dapat menghasilkan kepadatan yang direncanakan.
Jenis Aspal Hotmix yang Tersedia di Pabrik Aspal Sukabumi
Pemilihan aspal hotmix perlu disesuaikan dengan fungsi lapisan perkerasan, beban kendaraan, dan spesifikasi teknis proyek. Sebagai acuan, pemilihan material dapat mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, khususnya ketentuan pekerjaan perkerasan aspal.
Berikut beberapa jenis campuran yang umum digunakan dalam proyek pengaspalan.
1. Asphalt Treated Base (ATB)
Asphalt Treated Base merupakan campuran beraspal yang digunakan sebagai lapisan fondasi dalam struktur perkerasan jalan.
ATB memiliki fungsi utama untuk memberikan dukungan struktural dan membantu mendistribusikan beban kendaraan menuju lapisan di bawahnya.
Material ini umumnya digunakan pada:
- Jalan dengan kebutuhan lapisan fondasi beraspal.
- Kawasan industri dan pergudangan.
- Area yang direncanakan menerima beban kendaraan berat.
- Pekerjaan pembangunan maupun peningkatan struktur jalan.
Penggunaan ATB perlu disesuaikan dengan desain perkerasan dan spesifikasi teknis proyek.
2. Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC)
AC-BC merupakan lapisan pengikat yang berada di antara lapisan fondasi dan lapisan permukaan pada struktur perkerasan lentur.
Fungsi utamanya adalah membantu mendistribusikan beban lalu lintas dan memberikan dukungan terhadap lapisan permukaan di atasnya.
Karakteristik AC-BC dirancang untuk memenuhi kebutuhan struktural jalan dengan memperhatikan gradasi agregat, kadar aspal, dan parameter campuran.
Penggunaannya banyak ditemukan pada:
- Jalan perkotaan.
- Jalan kawasan industri.
- Jalan penghubung antarkawasan.
- Pekerjaan peningkatan kualitas struktur perkerasan.
Dalam spesifikasi pekerjaan yang mengacu pada ketentuan Bina Marga 2018 Revisi 2, lapisan AC-BC memiliki persyaratan ketebalan dan karakteristik campuran tersendiri. Karena itu, ketebalan harus mengikuti dokumen desain dan spesifikasi proyek.
3. Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC)
AC-WC merupakan lapisan paling atas dalam struktur perkerasan aspal yang bersentuhan langsung dengan kendaraan.
Lapisan ini berfungsi memberikan permukaan jalan yang rata, nyaman dilalui, serta memiliki ketahanan terhadap pengaruh lalu lintas dan lingkungan.
AC-WC umumnya digunakan pada:
- Jalan raya dan jalan perkotaan.
- Jalan kawasan perumahan.
- Area parkir kendaraan.
- Jalan akses pabrik dan pergudangan.
- Kawasan komersial dan fasilitas umum.
Untuk campuran AC-WC, ketentuan Bina Marga 2018 Revisi 2 mengatur tebal nominal minimum 4 cm dan ukuran agregat maksimum nominal 19 mm untuk campuran standar tersebut.
Ketebalan aktual tetap harus disesuaikan dengan perencanaan teknis dan kondisi lapangan.
4. Hot Rolled Sheet (HRS)
Hot Rolled Sheet merupakan campuran beraspal yang memiliki karakteristik gradasi senjang dengan kandungan mortar aspal yang relatif tinggi.
Campuran HRS dirancang untuk menghasilkan lapisan yang memiliki fleksibilitas dan ketahanan sesuai persyaratan teknisnya.
Penggunaan HRS dapat ditemukan pada:
- Jalan lingkungan.
- Jalan perkotaan.
- Pekerjaan pemeliharaan perkerasan.
- Jalan dengan kebutuhan lapisan permukaan tertentu.
Pemilihan HRS harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas, spesifikasi campuran, serta desain lapisan perkerasan.
5. Lataston dan Laston Spesial
Lataston atau lapis aspal beton merupakan jenis campuran beraspal yang digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi jalan.
Penggunaannya dibedakan berdasarkan fungsi lapisan dan karakteristik campuran yang direncanakan.
Beberapa penerapannya meliputi:
- Lapisan fondasi.
- Lapisan pengikat.
- Lapisan permukaan.
- Pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan.
Sementara itu, istilah Laston Spesial perlu disesuaikan dengan spesifikasi produk yang ditawarkan. Pembeli sebaiknya meminta informasi gradasi, ukuran agregat, serta peruntukan campuran sebelum melakukan pemesanan.
6. Sand Sheet
Sand Sheet merupakan campuran beraspal dengan penggunaan agregat halus yang dirancang untuk kebutuhan lapisan permukaan tertentu.
Karakteristiknya berbeda dari campuran AC-WC yang menggunakan susunan agregat lebih beragam.
Material ini dapat digunakan pada pekerjaan yang memang mensyaratkan campuran Sand Sheet, misalnya kebutuhan pelapisan permukaan dengan karakteristik tertentu.
Sebelum memilih material, perlu diperhatikan beban lalu lintas, kondisi permukaan dasar, serta spesifikasi teknis yang digunakan dalam pekerjaan.
Harga Aspal Hotmix Sukabumi Terbaru
Harga aspal hotmix Sukabumi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menyusun anggaran pengadaan material.
Biaya pembelian biasanya dihitung berdasarkan jenis campuran dan jumlah tonase yang dipesan. Selain harga material, calon pembeli juga perlu memperhitungkan biaya pengiriman dari lokasi produksi menuju area pekerjaan.
Berikut daftar harga material aspal sebagai acuan awal perencanaan anggaran.
| No | Jenis Aspal Hotmix | Harga (IDR) |
|---|---|---|
| 1 | ATB | Rp 1.580.000 |
| 2 | AC-BC | Rp 1.645.000 |
| 3 | AC-WC | Rp 1.710.000 |
| 4 | AC-WC IV A | Rp 1.750.000 |
| 5 | 3 Laston | Rp 1.780.000 |
| 6 | HRS | Rp 1.840.000 |
| 7 | 3 Laston Spesial | Rp 1.930.000 |
| 8 | Sand Sheet | Rp 2.070.000 |
| 9 | Sand Sheet Spesial | Rp 1.640.000 |
| 10 | Aspal Emulsi per Liter | Rp 18.000 |
| 11 | Aspal Emulsi per Drum | Rp 3.300.000 |
Ingin tahu kebutuhan pengaspalan di lokasi Anda?Sampaikan lokasi dan luas area, kami bantu arahkan langkah berikutnya.
Konsultasi Gratis Via WhatsAppHarga tersebut merupakan acuan material dan perlu dikonfirmasi kembali berdasarkan ketersediaan produk, spesifikasi campuran, serta ketentuan penawaran yang berlaku.
Proses Produksi Aspal di Pabrik Asphalt Mixing Plant Sukabumi

Produksi aspal hotmix melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Setiap tahap perlu dikendalikan agar agregat dan bitumen dapat tercampur secara homogen serta memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan.
Secara umum, proses produksi menggunakan sistem Asphalt Mixing Plant terdiri dari tahapan berikut.
1. Persiapan dan Pemeriksaan Bahan Baku
Bahan baku utama produksi aspal hotmix meliputi agregat kasar, agregat halus, filler, dan bitumen sebagai bahan pengikat.
Agregat berfungsi membentuk kerangka campuran yang memberikan kekuatan dan stabilitas. Sementara itu, bitumen berfungsi mengikat butiran agregat agar menjadi satu kesatuan.
Sebelum digunakan, bahan baku perlu diperiksa berdasarkan karakteristik yang disyaratkan, seperti ukuran agregat, kebersihan, kadar air, dan sifat bahan pengikat.
Apabila proyek memerlukan campuran khusus, bahan tambahan dapat digunakan sesuai formula campuran yang telah ditetapkan.
2. Pengeringan Agregat
Agregat dari tempat penyimpanan dimasukkan ke dalam cold bin sesuai fraksi ukurannya.
Selanjutnya, material dialirkan menggunakan conveyor menuju dryer drum untuk mengurangi kadar air dan menaikkan suhu agregat.
Pengeringan merupakan tahapan penting karena kadar air yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses pencampuran dan memengaruhi kualitas campuran akhir.
Suhu pengeringan harus dikendalikan sesuai kebutuhan proses dan karakteristik material.
3. Penyaringan dan Pemisahan Agregat
Setelah keluar dari dryer drum, agregat panas dialirkan menuju unit pengayakan atau screening.
Tahapan ini berfungsi memisahkan agregat berdasarkan ukuran butiran sehingga setiap fraksi dapat ditimbang dan digunakan sesuai komposisi campuran.
Agregat yang sudah dipisahkan kemudian ditampung dalam hot bin sebelum masuk ke tahap pencampuran.
Pengendalian gradasi sangat penting karena susunan ukuran agregat memengaruhi kepadatan, stabilitas, dan karakteristik rongga dalam campuran.
4. Pemanasan Bitumen
Bitumen disimpan dalam tangki khusus dan dipanaskan hingga mencapai suhu kerja yang sesuai dengan jenis bahan pengikat serta rancangan campuran.
Pengaturan suhu bertujuan menjaga viskositas bitumen agar dapat menyelimuti agregat secara merata selama proses pencampuran.
Pemanasan tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dapat menyebabkan penurunan kualitas bahan pengikat.
5. Proses Pencampuran di Pugmill
Agregat yang telah melalui proses pengeringan dan penyaringan ditimbang berdasarkan komposisi yang direncanakan.
Selanjutnya, agregat dicampurkan dengan bitumen di dalam unit pugmill.
Pada tahap ini, seluruh bahan diaduk hingga menghasilkan campuran yang homogen. Durasi pencampuran, suhu, dan komposisi bahan harus dikendalikan agar campuran memenuhi persyaratan yang ditentukan.
6. Pengendalian Mutu Campuran Aspal
Setelah proses pencampuran, material perlu diperiksa berdasarkan parameter mutu yang relevan dengan spesifikasi proyek.
Pemeriksaan dapat mencakup suhu campuran, homogenitas, kadar aspal, gradasi agregat, dan karakteristik volumetrik.
Untuk pekerjaan yang mensyaratkan pengujian Marshall, pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur pengujian yang berlaku.
Hasil pengujian dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi apakah campuran telah memenuhi persyaratan sebelum digunakan dalam pekerjaan pengaspalan.
7. Penyimpanan dan Pengiriman Aspal Hotmix
Aspal hotmix yang telah selesai diproduksi dapat ditampung sementara dalam hot storage silo apabila fasilitas AMP menggunakannya.
Sebelum pengiriman, kendaraan pengangkut perlu dipersiapkan agar material tidak mudah mengalami penurunan suhu secara berlebihan selama perjalanan.
Bak truk biasanya menggunakan penutup terpal untuk membantu menjaga kondisi suhu campuran.
Pengaturan waktu keberangkatan, jarak perjalanan, dan kesiapan lokasi penghamparan sangat penting agar material dapat digunakan dalam rentang suhu kerja yang sesuai.
Keunggulan Aspal Hotmix untuk Pembangunan Jalan
Aspal hotmix banyak digunakan dalam konstruksi jalan karena memiliki karakteristik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan struktur perkerasan.
Berikut beberapa keunggulannya.
1. Mampu Menahan Beban Lalu Lintas
Campuran agregat dan bitumen membentuk lapisan perkerasan yang mampu menerima serta mendistribusikan beban kendaraan.
Kinerja lapisan bergantung pada jenis campuran, ketebalan, kepadatan, dan kualitas lapisan pendukung.
2. Menghasilkan Permukaan Jalan yang Rata
Penghamparan dan pemadatan menggunakan peralatan yang sesuai dapat menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata dan nyaman dilalui.
Kualitas hasil akhir juga dipengaruhi oleh keterampilan operator, pengaturan suhu, serta kondisi permukaan dasar.
3. Dapat Disesuaikan dengan Kondisi Lingkungan
Berbagai jenis campuran aspal memiliki karakteristik yang dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas, iklim, dan kebutuhan struktural jalan.
Pemilihan material yang tepat membantu meningkatkan kinerja perkerasan dalam jangka panjang.
4. Mendukung Efisiensi Waktu Pengerjaan
Penggunaan aspal hotmix memungkinkan proses penghamparan dilakukan secara mekanis menggunakan asphalt finisher dan alat pemadat.
Dengan perencanaan yang baik, pekerjaan dapat berlangsung lebih terorganisasi dibandingkan metode yang tidak menggunakan sistem penghamparan mekanis.
5. Memudahkan Pemeliharaan Jalan
Kerusakan pada lapisan aspal dapat ditangani melalui metode pemeliharaan yang disesuaikan dengan jenis kerusakan.
Perbaikan dapat dilakukan melalui penambalan, pelapisan ulang, maupun pembongkaran dan penggantian bagian perkerasan apabila diperlukan.
6. Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan Infrastruktur
Aspal hotmix dapat digunakan pada berbagai jenis pekerjaan, seperti:
- Jalan lingkungan dan perumahan.
- Jalan kawasan industri.
- Jalan akses pergudangan.
- Area parkir.
- Halaman fasilitas komersial.
- Jalan penghubung dan jalan perkotaan.
Jenis campuran dan ketebalan lapisan tetap harus mengikuti perencanaan teknis untuk setiap proyek.
Dokumentasi Pekerjaan dan Penggunaan Material Pabrik Aspal Sukabumi
Dokumentasi pengiriman dapat memperlihatkan proses pemuatan aspal hotmix ke dalam dump truck hingga material tiba di lokasi pekerjaan.
1. Pekerjaan Pengaspalan AC-WC di Cisaat, Sukabumi


- Lokasi pekerjaan: Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi
- Luas pekerjaan: 1.500 m²
- Jenis material: AC-WC
- Volume material: ±144 ton
- Waktu pekerjaan: Sesuaikan dengan tanggal pelaksanaan aktual
2. Pekerjaan Pengaspalan ATB di Cibadak, Sukabumi


- Lokasi pekerjaan: Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi
- Luas pekerjaan: 1.800 m²
- Jenis material: ATB
- Volume material: ±216 ton
- Waktu pekerjaan: Sesuaikan dengan tanggal pelaksanaan aktual
3. Pekerjaan Pengaspalan Sand Sheet di Cicurug, Sukabumi


- Lokasi pekerjaan: Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi
- Luas pekerjaan: 1.300 m²
- Jenis material: Sand Sheet
- Volume material: ±62,4 ton
- Waktu pekerjaan: Sesuaikan dengan tanggal pelaksanaan aktual
Testimoni Pelanggan Pabrik Aspal Sukabumi
1. Pengadaan Aspal Hotmix untuk Proyek Jalan
“Proses pemesanan aspal hotmix cukup mudah karena informasi mengenai jenis material dan kebutuhan tonase dapat dikonsultasikan terlebih dahulu. Koordinasi sebelum pengiriman juga penting untuk membantu persiapan pekerjaan di lapangan.”
— Safira Dwi Riski, Kontraktor Jalan
2. Pemesanan Material untuk Area Perumahan
“Dalam pengadaan material untuk pekerjaan jalan perumahan, kesesuaian jenis aspal dan jadwal pengiriman menjadi pertimbangan utama. Komunikasi yang jelas sejak awal membantu kami merencanakan pekerjaan dengan lebih teratur.”
— Jooda Akbar Setyawan, Pengelola Proyek Perumahan
3. Pasokan Aspal untuk Pekerjaan Infrastruktur
“Informasi harga per ton dan rincian kebutuhan material membantu proses perencanaan anggaran proyek. Sebelum pemesanan dilakukan, spesifikasi campuran dan kebutuhan pengiriman perlu dipastikan agar sesuai dengan kondisi pekerjaan.”
— Sampu Tabu Inggodani, Pelaksana Proyek Infrastruktur
Hubungi Pabrik Aspal Sukabumi untuk Kebutuhan Proyek Anda
Pengadaan aspal hotmix membutuhkan perencanaan yang tepat agar material yang digunakan sesuai dengan kebutuhan konstruksi jalan.
Pemilihan jenis campuran, perhitungan tonase, pengaturan jadwal produksi, dan koordinasi pengiriman merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum pekerjaan dimulai.
Hubungi tim pemasaran melalui kontak resmi website untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan aspal hotmix dan mendapatkan penawaran sesuai lokasi proyek Anda.
Ingin tahu kebutuhan pengaspalan di lokasi Anda?Sampaikan lokasi dan luas area, kami bantu arahkan langkah berikutnya.
Konsultasi Gratis Via WhatsAppFAQ Pabrik Aspal Sukabumi
Asphalt Mixing Plant (AMP) merupakan fasilitas produksi yang digunakan untuk mencampurkan agregat, bitumen, dan bahan tambahan sesuai komposisi tertentu untuk menghasilkan aspal hotmix. Material tersebut digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan jalan.
Harga aspal hotmix bergantung pada jenis campuran yang dibutuhkan. Sebagai acuan, harga ATB sebesar Rp1.580.000 per ton, AC-BC Rp1.645.000 per ton, dan AC-WC Rp1.710.000 per ton. Harga dapat berubah mengikuti kondisi penawaran dan biaya pengiriman.
Pemesanan dapat direncanakan mulai dari 10 ton sesuai ketentuan operasional dan ketersediaan produksi. Calon pembeli sebaiknya mengonfirmasi jenis campuran, jumlah material, serta jadwal pemesanan sebelum produksi dilakukan.
Jenis campuran yang umum digunakan meliputi ATB, AC-BC, AC-WC, HRS, Laston, Laston Spesial, dan Sand Sheet. Setiap jenis memiliki karakteristik serta fungsi berbeda sehingga pemilihannya harus mengikuti kebutuhan konstruksi.
ATB digunakan sebagai lapisan fondasi beraspal, AC-BC berfungsi sebagai lapisan pengikat atau lapisan antara, sedangkan AC-WC digunakan sebagai lapisan permukaan yang langsung bersentuhan dengan kendaraan.
